Sabtu, 06 Juli 2013

Langkah-langkah Pengukuran dan Hasil Pengukuran


Menggunakan Ohm-meter yang terdapat pada Multimeter untuk mengukur komponen elektronik di luar rangkaian, pada dasarnya adalah merangkai Multimeter dengan komponen yang diukur sehingga arus listrik dari baterai (yang terdapat pada Multimeter) dapat mengalir dan menggerakkan kumparan putar dari Multimeter. Perhatikan gambar di bawah ini.
 
Gambar. Aliran Arus Listrik Dari Multimeter Ke Komponen

Aliran arus yang menggerakkan kumparan putar tergantung pada karakertistik komponen yang diukur. Jika komponen tersebut bersifat menyimpan dan membuang arus (seperti kapasitor), jarum pada papan skala akan bergerak ke arah kanan papan skala untuk kemudian segera kembali lagi ke kiri, atau tidak bergerak sama sekali (tergantung kapasitas dari kapasitor). Jika komponen tersebut bersifat membatasi arus, jarum akan bergerak sesuai dengan nilai satuan Ohm yang dimiliki komponen tersebut.

1. Mengukur Resistor
 
Langkah-langkah pengukuran :
a. Perhatikan kembali gambar Mengukur Resistor.
b. Masukkan kabel penyidik (probes) warna merah ke lubang kabel penyidik yang bertanda positip (+), kabel penyidik (probes) warna hitam ke lubang kabel penyidik yang bertanda negatip (-).
c. Jika diperlukan, menggunakan sekrup pengatur posisi jarum (preset), atur posisi jarum pada papan skala sehingga berada pada posisi angka nol.
d. Atur saklar jangkauan ukur pada posisi Ω.
e. Batas ukur (range) pada posisi x1, x10 atau kΩ, tergantung dari nilai resistor yang akan diukur.
f. Ujung dari kedua kabel penyidik (probes) dipertemukan.
g. Menggunakan tombol pengatur posisi jarum pada angka nol (zero adjustment), atur posisi jarum pada papan skala hingga menunjukkan angka nol.
h. Mengacu pada gambar Mengukur Resistor, letakkan secara sembarang (acak) kedua ujung kabel penyidik (probes) pada kaki komponen yang akan diukur.
i. Jarum pada papan skala bergerak ke kanan menunjukkan nilai satuan Ohm yang sama (atau mendekati) dengan nilai satuan Ohm dari resistor berdasarkan pita warna, artinya : resistor masih baik dan dapat digunakan.
j. Bandingkan hasil pengukuran dengan nilai resistor berdasarkan pita warna yang ada di badan resistor tersebut.

2. Mengukur Variabel Resistor
 
Langkah-langkah pengukuran :
a. Perhatikan kembali gambar Mengukur Variabel Resistor.
b. Masukkan kabel penyidik (probes) warna merah ke lubang kabel penyidik yang bertanda positip (+), kabel penyidik (probes) warna hitam ke lubang kabel penyidik yang bertanda negatip (-).
c. Jika diperlukan, menggunakan sekrup pengatur posisi jarum (preset), atur posisi jarum pada papan skala sehingga berada pada posisi angka nol.
d. Atur saklar jangkauan ukur pada posisi Ω.
e. Batas ukur (range) pada posisi x1, x10, atau kΩ, tergantung dari nilai variabel resistor yang akan diukur.
f. Ujung dari kedua kabel penyidik (probes) dipertemukan.
g. Menggunakan tombol pengatur posisi jarum pada angka nol (zero adjus tment), atur posisi jarum pada papan skala hingga menunjukkan angka nol.
h. Mengacu pada gambar Mengukur Variabel Resistor, letakkan kedua ujung kabel penyidik (probes) pada terminal a dan b dari variabel resistor.
i. Putar tuas pemutar searah jarum jam (untuk preset gunakan obeng minus).
j. Jarum pada papan skala ikut bergerak ke kanan, artinya : variabel resistor masih baik dan dapat digunakan.
k. Letakkan kedua ujung kabel penyidik (probes) pada terminal b dan c dari variabel resistor.
l. Putar tuas pemutar searah jarum jam (untuk preset gunakan obeng minus).
m.Jarum pada papan skala ikut bergerak ke kiri, artinya : variabel resistor masih baik dan dapat digunakan.

3. Mengukur Resistor Peka Cahaya/LDR
 
Langkah-langkah pengukuran :
a. Perhatikan kembali gambar Mengukur Resistor Peka Cahaya/LDR.
b. Masukkan kabel penyidik (probes) warna merah ke lubang kabel penyidik yang bertanda positip (+), kabel penyidik (probes) warna hitam ke lubang kabel penyidik yang bertanda negatip (-).
c. Jika diperlukan, menggunakan sekrup pengatur posisi jarum (preset), atur posisi jarum pada papan skala sehingga berada pada posisi angka nol.
d. Atur saklar jangkauan ukur pada posisi Ω.
e. Batas ukur (range) pada posisi x1, x10, atau kΩ, sesuai kebutuhan.
f. Ujung dari kedua kabel penyidik (probes) dipertemukan.
g. Menggunakan tombol pengatur posisi jarum pada angka nol (zero adjustment), atur posisi jarum pada papan skala hingga menunjukkan angka nol.
h. Mengacu pada gambar 15, letakkan kedua ujung kabel penyidik (probes) secara sembarang (acak) pada kedua kaki LDR.
i. Menggunakan lampu senter (flashlight) sinari permukaan LDR, jarum bergerak ke kanan, menunjukkan nilai satuan Ohm yang kecil, artinya : LDR masih baik dan dapat digunakan.
j. Tutuplah permukaan LDR, jarum pada papan skala bergerak ke kiri, artinya :LDR masih dapat digunakan.
Catatan, ditempat gelap, nilai satuan Ohm dari LDR = 1M (1 Mega Ohm), ditempat terang nilai satuan Ohm dari LDR = 100 Ohm.

4. Mengukur Thermistor
 
Langkah-langkah pengukuran :
a. Perhatikan kembali gambar Mengukur Thermistor.
b. Masukkan kabel penyidik (probes) warna merah ke lubang kabel penyidik yang bertanda positip (+), kabel penyidik (probes) warna hitam ke lubang kabel penyidik yang bertanda negatip (-).
c. Jika diperlukan, menggunakan sekrup pengatur posisi jarum (preset), atur posisi jarum pada papan skala sehingga berada pada posisi angka nol.
d. Atur saklar jangkauan ukur pada posisi Ω.
e. Batas ukur (range) pada posisi x1, x10, atau kΩ sesuai kebutuhan.
f. Ujung dari kedua kabel penyidik (probes) dipertemukan.
g. Menggunakan tombol pengatur posisi jarum pada angka nol (zero adjustment), atur posisi jarum pada papan skala hingga menunjukkan angka nol.
h. Mengacu pada gambar Mengukur Thermistor, letakkan kedua ujung kabel penyidik (probes) secara sembarang (acak) pada kedua kaki thermistor (NTCR atau PTCR).
i. Pada pengukuran NTCR; dengan korek api, panasi NTCR, jarum pada papan skala menunjukkan nilai satuan Ohm yang kecil, artinya : NTCR masih baik dan dapat digunakan.
j. Pada pengukuran PTCR; dengan korek api, panasi PTCR, jarum pada papan skala menunjukkan nilai satuan Ohm yang besar, artinya : PTCR masih baik dan dapat digunakan (baca kembali uraian tentang thermistor).

5. Mengukur Kapasitor
 
Langkah-langkah pengukuran :
a. Perhatikan kembali gambar Mengukur Kapasitor.
b. Masukkan kabel penyidik (probes) warna merah ke lubang kabel penyidik yang bertanda positip (+), kabel penyidik (probes) warna hitam ke lubang kabel penyidik yang bertanda negatip (-).
c. Jika diperlukan, menggunakan sekrup pengatur posisi jarum (preset), atur posisi jarum pada papan skala sehingga berada pada posisi angka nol.
d. Atur saklar jangkauan ukur pada posisi Ω.
e. Batas ukur (range) pada posisi x1, x10 atau kΩ sesuai kebutuhan.
f. Ujung dari kedua kabel penyidik (probes) dipertemukan.
g. Menggunakan tombol pengatur posisi jarum pada angka nol (zero adjustment), atur posisi jarum pada papan skala hingga menunjukkan angka nol.
h. Mengacu pada gambar Mengukur Kapasitor, letakkan kabel penyidik (probes) warna merah (+) pada kaki positip (+) kapasitor non polar (kaki positip biasanya berukuran lebih panjang ketimbang kaki negatip), kabel penyidik (probes) warna hitam (-) ke kaki negatip.
i. Jarum pada papan skala bergerak jauh ke kanan untuk kemudian kembali ke kiri, artinya : kapasitor polar masih baik dan dapat digunakan. (Jika jarum pada papan skala bergerak ke kanan dan tidak kembali lagi ke kiri, artinya : kapasitor polar sudah rusak dan tidak dapat digunakan).
j. Perhatikan kembali gambar 17. letakkan ujung kabel penyidik (probes) warna merah (+) dan kabel penyidik (probes) warna hitam (-) secara sembarang (acak) ke kaki kapasitor non polar.
k. Jarum pada papan skala tidak bergerak (atau bergerak sedikit), artinya : kapasitor non polar masih baik dan dapat digunakan. (Jika jarum pada papan skala bergerak jauh ke kanan, artinya : kapasitor non polar sudah rusak dan tidak dapat digunakan).

 6. Mengukur Transistor
 
Langkah-langkah pengukuran :
a. Perhatikan kembali gambar Mengukur Transistor.
b. Masukkan kabel penyidik (probes) warna merah ke lubang kabel penyidik yang bertanda positip (+), kabel penyidik (probes) warna hitam ke lubang kabel penyidik yang bertanda negatip (-).
c. Jika diperlukan, menggunakan sekrup pengatur posisi jarum (preset), atur posisi jarum pada papan skala sehingga berada pada posisi angka nol.
d. Atur saklar jangkauan ukur pada posisi Ω.
e. Batas ukur (range) pada posisi x1, x10, atau kΩ sesuai kebutuhan.
f. Ujung dari kedua kabel penyidik (probes) dipertemukan.
g. Menggunakan tombol pengatur posisi jarum pada angka nol (zero adjustment), atur posisi jarum pada papan skala hingga menunjukkan angka nol.
h. Untuk transistor tipe PNP : mengikuti gambar 20, letakkan ujung kabel penyidik (probes) warna merah (+) pada kaki Basis, ujung kabel penyidik probes) warna hitam (-) diletakkan pada kaki Emitor.
i. Jarum pada papan skala bergerak ke kanan menunjuk angka (misalnya 16,5Ω), artinya : Dioda Basis-Emitor masih baik, transistor masih dapat digunakan.
j. Letakkan ujung kabel penyidik (probes) warna merah (+) pada kaki Basis, ujung kabel penyidik (probes) warna hitam (-) diletakkan pada kaki Kolektor.
k. Jarum pada papan skala bergerak ke kanan, menunjuk angka (misalnya 16,5Ω), artinya : Dioda Basis-Kolektor masih baik, transistor masih dapat digunakan.
l. Untuk transistor tipe NPN : mengikuti gambar Mengukur Transistor, letakkan ujung kabel penyidik (probes) warna hitam (-) pada kaki Basis, ujung kabel penyidik (probes) warna merah (+) diletakkan pada kaki Emitor.
m. Jarum pada papan skala bergerak ke kanan menunjuk angka (misalnya 21Ω), artinya : Dioda Emitor-Basis masih baik, transistor masih dapat digunakan.
n. letakkan ujung kabel penyidik (probes) warna hitam (-) pada kaki Basis, ujung kabel penyidik (probes) warna merah (+) diletakkan pada kaki Kolektor.
o. Jarum pada papan skala bergerak ke kanan menunjuk angka (misalnya 20Ω), artinya : Dioda Kolektor-Basis masih baik, transistor masih dapat digunakan.

Langkah-langkah pengukuran transistor di atas, pada dasarnya adalah suatu langkah memberikan "dioda" Emitor-Basis dan "dioda" Kolektor-Basis (pada transistor tipe PNP) tegangan panjar maju (forward bias). Dalam kondisi ini, Emitor dan Kolektor (berfungsi sebagai Anoda) mendapat tegangan positip dari baterai yang terdapat di dalam Multimeter, dan Basis (berfungsi sebagai Katoda) mendapat tegangan negatip dari baterai yang terdapat di dalam Multimeter.
Hal yang sama berlaku untuk transistor jenis NPN. Karena itulah hasil pengukuran "dioda" Emitor-Basis, dan Kolektor Basis menunjukkan nilai tahanan (resistance) yang hampir sama (baca kembali uraian tentang transistor dan Multimeter).
Tabel Berikut adalah contoh nilai tahanan (resistance) dari beberapa transistor dimana "dioda" Emitor-Basis dan "dioda" Kolektor-Basis (untuk transistor jenis PNP) dan "dioda" Basis-Emitor dan "dioda" Basis-Kolektor (untuk transistor jenis NPN) mendapatkan tegangan panjar maju (forward bias).


7. Mengukur Dioda
 
Langkah-langkah pengukuran :
a. Perhatikan kembali gambar Mengukur Dioda.
b. Masukkan kabel penyidik (probes) warna merah ke lubang kabel penyidik yang bertanda positip (+), kabel penyidik (probes) warna hitam ke lubang kabel penyidik yang bertanda negatip (-).
c. Jika diperlukan, menggunakan sekrup pengatur posisi jarum (preset), atur posisi jarum pada papan skala sehingga berada pada posisi angka nol.
d. Atur saklar jangkauan ukur pada posisi Ω.
e. Batas ukur (range) pada posisi x1, x10, atau kΩ, sesuai kebutuhan.
f. Ujung dari kedua kabel penyidik (probes) dipertemukan.
g. Menggunakan tombol pengatur posisi jarum pada angka nol (zero adjustment), atur posisi jarum pada papan skala hingga menunjukkan angka nol.
h. Mengacu pada gambar Mengukur Dioda, letakkan ujung kabel penyidik (probes) warna merah (+) pada kaki Anoda dari dioda, ujung kabel penyidik (probes) warna hitam (-) diletakkan pada kaki Katoda dari dioda.
i. Jarum pada papan skala bergerak ke kanan, artinya : dioda masih baik dan dapat digunakan.
j. Perhatikan kembali gambar Mengukur Dioda, letakkan ujung kabel penyidik (probes) warna merah (+) pada kaki Katoda dari dioda, ujung kabel penyidik (probes) warna hitam (-) diletakkan pada kaki Anoda dari dioda.
k. Jarum pada papan skala bergerak ke kanan, artinya : dioda sudah rusak dan tidak dapat digunakan.
 

8. Mengukur Transformator
 
Langkah-langkah pengukuran :
a. Perhatikan kembali gambar Mengukur Transformator.
b. Masukkan kabel penyidik (probes) warna merah ke lubang kabel penyidik yang bertanda positip (+), kabel penyidik (probes) warna hitam ke lubang kabel penyidik yang bertanda negatip (-).
c. Jika diperlukan, menggunakan sekrup pengatur posisi jarum (preset), atur posisi jarum pada papan skala sehingga berada pada posisi angka nol.
d. Atur saklar jangkauan ukur pada posisi Ω.
e. Batas ukur (range) pada posisix1, x10, atau kΩ, sesuai kebutuhan.
f. Ujung dari kedua kabel penyidik (probes) dipertemukan.
g. Menggunakan tombol pengatur posisi jarum pada angka nol (zero adjustment), atur posisi jarum pada papan skala hingga menunjukkan angka nol.
h. Mengacu pada gambar Mengukur Transformator, letakkan ujung kabel penyidik (probes) secara sembarang (acak) ke titik-titik terminal dari gulungan primer (P).
i. Jarum pada papan skala bergerak ke kanan, artinya : gulungan primer (P) transformator masih baik dan dapat digunakan.
j. Letakkan ujung kabel penyidik (probes) secara sembarang (acak) ke titik-titik terminal dari gulungan skunder (S).
k. Jarum pada papan skala bergerak ke kanan, artinya : gulungan skunder (S) transformator masih baik dan dapat digunakan.
l. Letakkan ujung kabel penyidik (probes) secara sembarang (acak) ketitik terminal dari gulungan primer (P) dan gulungan titik terminal gulungan skunder (S).
m. Jarum pada papan skala tidak bergerak, artinya : isolator yang mengisolasi gulungan primer (P) dari gulungan skunder (S) masih berfungsi, transformator masih baik dan dapat digunakan.


9. Mengukur Gulungan (Coil/Winding)
 
Langkah-langkah pengukuran:
a. Perhatikan kembali gambar Mengukur Gulungan (Coil/Winding).
b. Masukkan kabel penyidik (probes) warna merah ke lubang kabel penyidik yang bertanda positip (+), kabel penyidik (probes) warna hitam ke lubang kabel penyidik yang bertanda negatip (-).
c. Jika diperlukan, menggunakan sekrup pengatur posisi jarum (preset), atur posisi jarum pada papan skala sehingga berada pada posisi angka nol.
d. Atur saklar jangkauan ukur pada posisi Ω.
e. Batas ukur (range) pada posisi x1, x10, atau kΩ, sesuai kebutuhan.
f. Ujung dari kedua kabel penyidik (probes) dipertemukan.
g. Menggunakan tombol pengatur posisi jarum pada angka nol (zero adjustment), atur posisi jarum pada papan skala hingga menunjukkan angka nol.
h. Mengacu pada gambar Mengukur Gulungan (Coil/Winding), letakkan ujung kabel penyidik (probes) secara sembarang (acak) terminal dari gulungan (coil/winding).
i. Jarum pada papan skala bergerak ke kanan, artinya : gulungan (coil/winding) masih baik dan dapat digunakan.
j. Jarum pada papan skala tidak bergerak ke kanan, artinya : gulungan (coil/winding) sudah rusak dan tidak dapat digunakan.


sumber : www.geocities.ws/nerdi/langkahlangkah_pengukuran_dan_hasil_pengukuran.html

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Don't be shy: Leave your comments !